Jadilah yang terbaik untuk Tuhan!

Kasih Itu Lemah Lembut & Murah Hati

Kasih Itu Memaafkan & Mengampuni

Berikan yang terbaik untuk Tuhan

Bapa Mengasihimu

Senin, 09 November 2009

Jangan Mengeluh

Coba renungkan penyampaian ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda…

01]. Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

02]. Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda santap,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

04]. Sebelum Anda mengeluh bahwa Anda buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

05]. Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan pasangan hidup.

06]. Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

09]. Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan di saat Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum Anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika Anda sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa Anda masih hidup !

a. Life is a gift

b. Live it…

c. Enjoy it…

d. Celebrate it…

e. And fulfill it.

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena Anda mencintainya,,,

16]. It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone,
but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Jadi……..berhentilah mengeluh, hadapilah manis pahitnya hidup dengan bersyukur terhadap semua yang telah Tuhan berikan…

KELEMAHAN YANG MENGUATKAN

Tetapi jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab
justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. (2 Korintus
12:9)


Suatu saat, seorang pendeta naik kapal dari Pontianak, hendak menuju
ke Semarang. Di tengah laut lepas, seorang penumpang yang diduga
stres melompat ke laut. Semua penumpang menjadi gaduh. Awak kapal
pun segera mematikan mesin, tetapi mereka tidak segera menolong.
Baru setelah orang tersebut tampak lemas tak bertenaga, para awak
menurunkan sekoci, berenang menjangkau si korban, dan mengangkatnya
ke sekoci. Mengapa orang tersebut dibiarkan lemas? Awak kapal
menjawab, "Orang yang sudah lemas pasti lebih mudah ditolong. Kalau
seseorang masih bertenaga, maka ia cenderung memberontak dan sulit
diangkat."

Paulus adalah orang hebat. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita
membaca bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh (14:8-10). Sapu tangannya
bisa mendatangkan mukjizat (19:12). Ia menghidupkan orang mati
(20:9,10). Ia banyak membuat mukjizat (28:9). Akan tetapi, ia
diizinkan berada dalam kondisi tidak berdaya. Ia tidak bisa menolong
dirinya sendiri. Tiga kali sudah ia berseru, tetapi Tuhan juga tidak
melepaskannya (2 Korintus 12:8).

Barangkali kita juga mengalami bahwa kepandaian, pengalaman, dan
kemampuan kita, tidak membebaskan kita dari masalah. Kita telah
berkali-kali berdoa, tetapi Allah sepertinya mengizinkan kita "lemas
tidak berdaya". Mengapa? Firman-Nya: "... justru dalam kelemahanlah
kuasa-Ku menjadi sempurna." Itulah yang akhirnya membuat Paulus
berani berkata: "Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas
kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku" (2 Korintus
12:9) _THE

KALA KITA BENAR-BENAR SUDAH ANGKAT TANGAN
TUHAN PASTI AKAN SEGERA TURUN TANGAN

TIPP-EX

... supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut
keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. (1 Petrus 4:2)


Dalam dunia tulis menulis, tipp-ex bukanlah benda yang asing.
Tipp-ex membuat si penulis dapat mengoreksi kesalahan dalam
tulisannya. Dan, rasa hati jadi lebih tenang jika kita dapat
mengoreksi kesalahan yang telah terjadi. Sayangnya, kehidupan kita
tidak dilengkapi dengan "tipp-ex"!

Sebuah ungkapan mengatakan "penyesalan selalu datang terlambat". Ya,
biasanya kesadaran itu muncul saat sudah "kena batunya". Orang yang
menyesal kerap ingin memutar ulang kehidupan untuk mengoreksi
kesalahannya, atau menghapus "noda hitam" itu dari lembaran
hidupnya. Namun, hidup terus berjalan maju. Satu arah.

Jika demikian, adakah cara supaya kita tidak salah langkah? Firman
Tuhan mengingatkan pada sikap yang harus diambil dalam hidup:
pergunakan waktu yang ada sesuai kehendak Allah, jangan kehendak
diri sendiri! Dan, kehendak Allah itu dapat kita ketahui dari
firman-Nya. Inilah langkah yang benar dan bijaksana. Firman Allah
selalu menjadi pedoman dan standar kita untuk menjalankan hidup yang
berkenan kepada-Nya. Mungkin kehendak Allah terasa berat bagi kita;
bahkan tak jarang kita harus mengorbankan keinginan diri sendiri,
tetapi setialah.

Tugas apa yang Tuhan percayakan untuk Anda kerjakan hari ini?
Persoalan apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Sediakan waktu lebih
untuk menguji apakah langkah yang akan kita ambil merupakan
kehendak-Nya. Dan sesuai dengan cara yang diajarkan dalam firman-
Nya. Hidup yang merupakan anugerah Tuhan ini terlalu berharga untuk
diisi dengan segala macam pementingan diri sendiri _HA

SETIAP DETIK DALAM HIDUP INI TAK AKAN PERNAH TERULANG
LAKUKANLAH KEHENDAK ALLAH, AGAR KITA TAK MENYESAL KELAK

SAYA JUGA MUNAFIK

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu
itu dari mata saudaramu. (Matius 7:5)


Kathleen Norris, dalam The Cloister Walk, bercerita tentang
pengalamannya bergereja. Suatu ketika ia ditanyai seorang mahasiswa,
mengapa ia terus pergi ke gereja dan bisa tahan menghadapi
kemunafikan orang-orang kristiani. Ia merasa memperoleh ilham yang
jitu, dan menjawab, "Satu-satunya orang munafik yang perlu saya
cemaskan pada hari Minggu pagi adalah diri saya sendiri." Kathleen
mengelakkan kecenderungan untuk mempersalahkan orang lain, dan
memilih untuk berintrospeksi diri.

Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung gampang melemparkan
kesalahan kepada pihak lain. Ia cepat melihat dan menghakimi
pelanggaran orang lain, tetapi lamur terhadap pelanggarannya
sendiri. Ketika dirinya yang melakukan pelanggaran, ia segera sibuk
menuding orang lain sebagai penyebab pelanggarannya itu.

Tuhan Yesus menghardik sikap munafik semacam itu. Dia tidak
mengajari kita untuk menutup mata terhadap pelanggaran, tetapi
mengarahkan kita untuk memulai pemeriksaan dari tempat yang benar:
dari diri kita sendiri. Kita masing-masing memiliki "balok'",
kecenderungan untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Kita perlu
terlebih dahulu merendahkan diri dan meminta pertolongan Tuhan untuk
mengeluarkan balok tersebut. Pandangan kita pun akan menjadi jernih,
sehingga nantinya kita bisa menuntun saudara yang lain untuk
mengeluarkan serpihan kayu dari matanya.

Hadapilah, oleh anugerah Tuhan dan ketaatan pada firman-Nya, dosa
yang mencobai Anda. Kemenangan atas dosa itu akan memampukan Anda
untuk menolong orang lain mengatasi dosa yang serupa _ARS

JANGAN MENGHAKIMI DOSA ORANG LAIN KALAU ANDA
TIDAK BERSEDIA MENOLONG ORANG ITU MENGATASI DOSANYA









Dikutip dari : www.sabda.org

Family Ministry