Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu
itu dari mata saudaramu. (Matius 7:5)
Kathleen Norris, dalam The Cloister Walk, bercerita tentang
pengalamannya bergereja. Suatu ketika ia ditanyai seorang mahasiswa,
mengapa ia terus pergi ke gereja dan bisa tahan menghadapi
kemunafikan orang-orang kristiani. Ia merasa memperoleh ilham yang
jitu, dan menjawab, "Satu-satunya orang munafik yang perlu saya
cemaskan pada hari Minggu pagi adalah diri saya sendiri." Kathleen
mengelakkan kecenderungan untuk mempersalahkan orang lain, dan
memilih untuk berintrospeksi diri.
Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung gampang melemparkan
kesalahan kepada pihak lain. Ia cepat melihat dan menghakimi
pelanggaran orang lain, tetapi lamur terhadap pelanggarannya
sendiri. Ketika dirinya yang melakukan pelanggaran, ia segera sibuk
menuding orang lain sebagai penyebab pelanggarannya itu.
Tuhan Yesus menghardik sikap munafik semacam itu. Dia tidak
mengajari kita untuk menutup mata terhadap pelanggaran, tetapi
mengarahkan kita untuk memulai pemeriksaan dari tempat yang benar:
dari diri kita sendiri. Kita masing-masing memiliki "balok'",
kecenderungan untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Kita perlu
terlebih dahulu merendahkan diri dan meminta pertolongan Tuhan untuk
mengeluarkan balok tersebut. Pandangan kita pun akan menjadi jernih,
sehingga nantinya kita bisa menuntun saudara yang lain untuk
mengeluarkan serpihan kayu dari matanya.
Hadapilah, oleh anugerah Tuhan dan ketaatan pada firman-Nya, dosa
yang mencobai Anda. Kemenangan atas dosa itu akan memampukan Anda
untuk menolong orang lain mengatasi dosa yang serupa _ARS
JANGAN MENGHAKIMI DOSA ORANG LAIN KALAU ANDA
TIDAK BERSEDIA MENOLONG ORANG ITU MENGATASI DOSANYA
Dikutip dari : www.sabda.org
Senin, 09 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar