lari ke luar (Kejadian 39:12)
Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, "Apa yang harus
saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan di pantai lalu melihat
seorang wanita dengan pakaian ala kadarnya? Kan pada saat itu saya
tidak sengaja melihatnya." Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat,
menutup mata, atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi
"LARILAH". Pergilah dari tempat itu jangan berdiam diri. Mengapa?
Karena kita harus menyadari kelemahan kita untuk jatuh dalam dosa.
Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. Ketika godaan datang,
ia tidak cuma "pura-pura tidak melihat", tetapi benar-benar lari ke
luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa
sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu
sepi, tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat
besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan
perselingkuhannya kepada Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah
tangga yang mana semua pegawai di rumah itu harus tunduk kepada
perintahnya, terlebih jikalau istri Potifar terlibat di sana. Jadi,
secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa.
Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat,
tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut.
ia tidak cuma "pura-pura tidak melihat", tetapi benar-benar lari ke
luar. Padahal saat itu sangatlah mudah bagi Yusuf untuk berbuat dosa
sekaligus menutupinya. Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu
sepi, tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang sangat
besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar tak memberitahukan
perselingkuhannya kepada Potifar. Yusuf adalah seorang kepala rumah
tangga yang mana semua pegawai di rumah itu harus tunduk kepada
perintahnya, terlebih jikalau istri Potifar terlibat di sana. Jadi,
secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa.
Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat,
tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut.
Dalam hidup ini, jangalah sekali-kali merasa kuat terhadap godaan.
Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan, "roh memang penurut
tetapi daging lemah" (Matius 26:41). Intinya jangan "bermain-main"
dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita malah akan
terseret. Jangan! Larilah menjauh -RY
Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan, "roh memang penurut
tetapi daging lemah" (Matius 26:41). Intinya jangan "bermain-main"
dengan godaan, sebab akan ada satu titik di mana kita malah akan
terseret. Jangan! Larilah menjauh -RY
JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN
KENAPA TIDAK MENCARI JALAN LAIN UNTUK MENGHINDARINYA
Dikutip dari : www.sabda.org



Tidak ada komentar:
Posting Komentar