Jadilah yang terbaik untuk Tuhan!

Kasih Itu Lemah Lembut & Murah Hati

Kasih Itu Memaafkan & Mengampuni

Berikan yang terbaik untuk Tuhan

Bapa Mengasihimu

Kamis, 27 Agustus 2009

TAMAK MEMBAWA PETAKA

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1Timotius 6:8)



Ada sebuah cerita tentang seorang kaya raya bernama Brojo. Ia
memiliki tanah pertanian sangat luas. Suatu hari seorang perantau
bertamu ke rumahnya, dan bercerita tentang negeri penuh berlian di
seberang lautan. Timbul sifat tamak Brojo. "Aku harus memiliki negeri
itu," katanya dalam hati. Ia kemudian menjual seluruh tanah
pertaniannya, dan pergi ke seberang lautan mencari negeri berlian.
Tetapi pencariannya itu ternyata sia-sia. Bertahun-tahun ia merantau
dengan tangan hampa. Akhirnya, ia jatuh miskin.


Sementara itu orang yang membeli tanah pertaniannya suatu hari
melihat cahaya berkilau dari sebuah batu. Ia mendekati untuk
melihatnya lebih jelas. Dan apa yang dilihatnya? Tak dinyana tak
diduga, ternyata batu itu sebuah berlian. Ia pun lalu menggali
tanahnya, dan menemukan batu-batu berlian lainnya.


Hikmah dari cerita itu adalah, betapa pentingnya kita belajar tahu
batas. Jangan tamak. Syukuri apa yang ada. Nikmati apa yang dipunya.
Sebab kalau terus merasa kurang, tidak pernah puas dengan apa yang
ada, selalu ingin lebih dan lebih lagi, salah-salah kita malah akan
kehilangan segala-galanya.


Paulus mengingatkan Timotius untuk belajar mencukupkan diri. Lebih
dari itu supaya Timotius juga bisa menjaga diri dari sifat tamak.
Sebab "mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam
jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan,
yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan" (ayat
9). Kiranya kita dijauhkan dari ketamakan -AYA


DENGAN MENJAUHKAN DIRI DARI KETAMAKAN
KITA TELAH MENJAGA DIRI DARI KEHANCURAN









Dikutip dari : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Family Ministry