Jadilah yang terbaik untuk Tuhan!

Kasih Itu Lemah Lembut & Murah Hati

Kasih Itu Memaafkan & Mengampuni

Berikan yang terbaik untuk Tuhan

Bapa Mengasihimu

Rabu, 09 September 2009

Mitra Sejajar

Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju aku pun
maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju"
(Hakim-hakim 4:8).



Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu.
Namun, ada kala pria tak berdaya. Tekuk lutut di sudut kerling
wanita." Demikian petikan syair lagu lama berjudul Sabda Alam,
ciptaan Ismail Marzuki. Ungkapan "wanita dijajah pria" dan "pria
tekuk lutut di sudut kerling wanita", menggambarkan seolah-olah pria
dan wanita berhadapan sebagai lawan. Namun, harus diakui bahwa
penggambaran seperti itulah yang kerap terjadi dalam kenyataan. Pria
dan wanita tidak berdampingan sebagai mitra, tetapi sebagai pesaing;
tidak saling mendukung, tetapi saling menundukkan; tidak saling
melengkapi, tetapi saling mempreteli.

Hal ini jelas tidak sesuai dengan rencana Allah ketika menciptakan
pria dan wanita. Di dalam Kejadian 1:27 dikatakan, "Maka Allah
menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah
diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."
Artinya, baik pria maupun wanita sama-sama segambar dengan Allah;
keduanya sama penting di hadapan Allah. Sederajat. Sepadan.

Debora dan Barak memberi contoh yang sangat baik tentang makna
kemitraan pria dan wanita. Mereka bahu-membahu memimpin umat Israel
mengalahkan musuhnya. Kuncinya adalah merendahkan hati untuk
menyadari dan mengakui, bahwa masing-masing, pria dan wanita, saling
membutuhkan. Pria tidak lengkap tanpa wanita, wanita tidak lengkap
tanpa pria. Begitu juga dalam keluarga. Suami dan istri sama-sama
pentingnya. Kalau suami itu "kepala" keluarga, istri adalah "leher"
keluarga. Dengan kesadaran dan pengakuan demikian, pria dan wanita
bisa membangun relasi berdasarkan saling menghargai dan menghormati
-AYA

KEMITRAAN PRIA DAN WANITA AKAN TERJALIN BAIK
KALAU MASING-MASING PUNYA RASA RESPEK DAN HORMAT











Dikutip dari : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Family Ministry