Jadilah yang terbaik untuk Tuhan!

Kasih Itu Lemah Lembut & Murah Hati

Kasih Itu Memaafkan & Mengampuni

Berikan yang terbaik untuk Tuhan

Bapa Mengasihimu

Minggu, 20 September 2009

MENARUH HORMAT

Kami minta ... supaya kamu menghormati mereka yang bekerja
keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan
menegur kamu (1Tesalonika 5:12)


Menurut H.B. London, tokoh "Focus on the Family", kehidupan para
hamba Tuhan diwarnai empat hal: kesepian, rasa terisolasi, rasa tidak
aman, dan rasa tidak mampu. Penyebabnya, mereka dituntut banyak,
tetapi dihargai terlalu sedikit. Mereka harus terlihat "tanpa dosa".
Sedikit berbuat kesalahan membuatnya jadi bahan omongan. Sebaliknya,
kerja keras dan pengorbanannya kerap dianggap biasa. Sudah lumrah.
"Miskinnya pujian dan penghargaan membuat 80% pendeta pernah berpikir
pindah dari gerejanya," ujar Jane Rubietta, penulis buku Bagaimana
Memperhatikan Pendeta yang Anda Kasihi.

Rasul Paulus mengajak jemaat Tesalonika menghormati para pemimpin
yang telah berjerih payah membimbing mereka mengenal Kristus. Para
pemimpin itu tidak selalu tampil simpatik. Kadang mereka harus
menegur jemaat yang hidup tidak tertib (ayat 12,14). Sebuah teguran
bisa menyakitkan. Membuka aib. Yang ditegur bisa terpancing untuk
balas melukai hati pemimpinnya. Paulus melarang sikap itu. Ia meminta
jemaat terus mendukung pemimpin mereka dalam kasih dan damai (ayat
13). Jemaat diminta menaruh hormat bukan karena pribadi sang
pemimpin, melainkan karena mereka melakukan pekerjaan yang Tuhan
percayakan kepadanya.

Sudahkah Anda menaruh hormat pada mereka yang telah memimpin Anda
mengenal Kristus? Mungkin mereka adalah para hamba Tuhan, sahabat
rohani, orangtua, atau pembimbing rohani Anda. Bagaimana Anda bisa
menunjukkan rasa respek dan dukungan secara nyata? Mana yang lebih
sering Anda lakukan: menghargai atau mencela mereka? -JTI

PARA HAMBA TUHAN BUKAN MANUSIA TANPA KESALAHAN
MEREKA ORANG KRISTIANI YANG TENGAH BERJUANG MELAYANI TUHAN











Dikutip dari : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Family Ministry