Jadilah yang terbaik untuk Tuhan!

Kasih Itu Lemah Lembut & Murah Hati

Kasih Itu Memaafkan & Mengampuni

Berikan yang terbaik untuk Tuhan

Bapa Mengasihimu

Senin, 05 Oktober 2009

JIKA AYAH SIBUK

Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegur dia dengan
ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" (1 Raja-raja 1:6)


Dalam adegan awal film Ip Man, Tuan Ip duduk-duduk di teras depan
bersama istri, anak, dan tiga orang tamu. Anaknya asyik menggambar.
Seorang tamu ingin menunjukkan jurus kung fu yang baru saja
dipelajarinya, dan meminta Tuan Ip meladeninya berlatih. Sementara
keduanya asyik menjajal kemampuan, anak Tuan Ip selesai menggambar dan
berlari mendekat untuk menunjukkan hasilnya pada ayahnya. Namun, sang
ayah menepiskannya, "Sebentar, Ayah sedang sibuk." Anak itu pun patah
semangat dan selama beberapa hari tidak mau menyapa ayahnya.

Orangtua kerap kali lalai memperhatikan anaknya karena sibuk dengan
pelayanan, pekerjaan, atau hobi. Kehadiran anak kadang-kadang bahkan
dirasa sebagai gangguan di tengah kesibukan lain yang dianggap lebih
penting. Daud menjadi salah satu contoh tragis dalam kasus ini. Ia
adalah raja Israel yang hebat dan orang yang sangat mengasihi Allah,
tetapi bermasalah dalam kehidupan rumah tangganya, termasuk dalam
mendidik anak-anaknya. Salah seorang anaknya, Adonia, dibiarkan
berbuat sesuka hatinya, tidak pernah ditegur atau dinasihati. Ketika
besar, Adonia membangkang pada ayahnya dengan mengangkat dirinya
sebagai raja.

Untuk mendidik dan membentuk karakter anak, diperlukan proses
pendisiplinan selama bertahun-tahun. Kita perlu meluangkan waktu dan
perhatian secara khusus, berkelanjutan, konsisten, dan penuh
kesabaran. Jangan biarkan pelayanan, pekerjaan, atau hobi menguras
waktu dan energi sampai-sampai kita tidak sempat lagi memenuhi peran
dan tanggung jawab kita sebagai orangtua _ARS

ORANG TUA YANG "TIDAK sempat" MEMPERHATIKAN ANAK
PERLU MENATA ULANG PRIORITAS HIDUPNYA










Dikutip dari : www.sabda.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Family Ministry